MALANG- Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Malang melalui Unit Gakkum masih melakukan transmisi terhadap para pelaku dalam tiga kasus tabrak lari yang terjadi di wilayah Kabupaten Malang. Peristiwa ketiga tersebut menyebabkan korban jiwa dan terjadi dalam rentang waktu sekitar dua bulan terakhir di beberapa kecamatan, yakni Kepanjen, Pakis, dan Pakisaji. Hingga saat ini, para pelaku belum berhasil diamankan.
Penyudikan mengandalkan CCTV dan Saksi
Untuk mengungkap identitas pelaku, penyidik menggunakan berbagai metode, mulai dari rekaman kamera pengawas (CCTV), keterangan saksi di lapangan, hingga analisis ciri-ciri kendaraan yang terlibat dalam kecelakaan. Polisi menyebut sejumlah rekaman dari sekitar lokasi kejadian sudah dikumpulkan dan sedang dianalisis untuk menutupi ruang pencarian pelaku.
Kasatlantas Polres Malang, AKP Muhammad Alif Chelvin Arliska, menyampaikan bahwa proses penyelidikan masih terus berjalan. Ia menegaskan bahwa penghentian telah mengantongi petunjuk awal terkait kendaraan yang diduga terlibat.
Pola kasus: pelaku kabur setelah kecelakaan
Menurut pihak kepolisian, kasus ketiga tabrak lari tersebut memiliki pola yang hampir serupa, yaitu pengemudi kendaraan yang diduga menjadi penyebab kecelakaan tidak bertanggung jawab dan langsung meninggalkan lokasi tanpa memberikan pertolongan kepada korban.
“Ciri-ciri kendaraan sudah kami dapatkan dari hasil CCTV, saat ini kami terus melakukan kenyamanan,” ungkap Chelvin.
Dua kejadian terjadi dalam waktu berdekatan
Dua dari tiga kasus terbaru bahkan terjadi pada malam yang sama, dengan selisih waktu hanya sekitar 18–20 menit.
Kecelakaan pertama terjadi di Jalan Raya Desa Asrikaton, Kecamatan Pakis, sekitar pukul 23.18 WIB. Korban diketahui bernama Nur Khamit (44), warga Saptorenggo, Pakis. Berdasarkan hasil pencarian awal, korban yang mengendarai sepeda motor Yamaha X-Ride tiba-tiba terkejut dengan sebuah truk boks yang sedang berusaha menyalip kendaraan lain dari arah berlawanan.
Benturan tersebut menyebabkan korban mengalami luka serius, termasuk patah tulang pada tangan dan kaki kanan serta cedera pada bagian wajah. Korban meninggal dunia di lokasi, sementara truk boks yang diduga terjadi langsung melarikan diri ke arah timur tanpa henti.
Sekitar 18 menit sebelumnya, kecelakaan tabrak lari juga terjadi di Jalan Raya Dusun Sonotengah, Desa Kebonagung, Kecamatan Pakisaji. Korban, Edo Ferdiansah (27), warga Kepanjen, mengalami kecelakaan saat berusaha mendahului kendaraan lain di depannya. Namun, manuver tersebut berujung senggolan yang membuat korban terjatuh.
Setelah kejadian terjadi, pengendara kendaraan yang bersenggolan langsung meninggalkan lokasi tanpa memberikan bantuan. Korban mengalami luka berat di bagian kepala dan meninggal dunia di tempat kejadian.
Kasus lain masih dalam penyelidikan
Selain dua kejadian tersebut, Satlantas Polres Malang juga masih menangani kasus tabrak lari lain yang terjadi lebih awal, yakni pada 1 Mei di Jalan Raya Sumedang, Kelurahan Cepokomulyo, Kecamatan Kepanjen.
Dalam peristiwa itu, seorang warga lanjut usia bernama Kasimun (75) meninggal dunia setelah diduga tertabrak truk tronton saat berjalan di tepi jalan. Truk tersebut diduga terlalu memakan sisi kiri jalan sebelum akhirnya meninggalkan lokasi kejadian.
Polisi mengintensifkan lakukan disekitarnya
Pihak kepolisian menetapkan bahwa seluruh kasus ini menjadi prioritas penyelidikan. Selain mengandalkan rekaman CCTV dan keterangan saksi, petugas juga terus melakukan pencocokan data kendaraan untuk mempercepat identifikasi pelaku.
“Kami terus menyelidiki dengan menggabungkan semua bukti yang ada, termasuk CCTV dan keterangan saksi,” tegas AKP Chelvin.
Polisi berharap dengan semakin lengkapnya bukti yang dikumpulkan, pelaku tabrak lari di tiga lokasi tersebut dapat segera terungkap dan diproses sesuai hukum yang berlaku.(red/lis)
0 Comments