NGANJUK – Suasana penuh semangat melompat SMAN 1 Kertosono, Kabupaten Nganjuk, Rabu (29/7), saat ratusan siswa mengikuti Axis School Fest . Kegiatan edukatif tersebut terselenggara melalui kolaborasi antara Axis, Radar Kediri (Jawa Pos Group), dan Cabang Dinas Pendidikan (Cabdin) Wilayah Nganjuk sebagai upaya meningkatkan literasi digital serta menumbuhkan jiwa kewirausahaan di kalangan pelajar.
Sejak pagi, para siswa tampak antusias mengikuti rangkaian kegiatan yang dikemas secara interaktif. Selain mendapatkan wawasan mengenai dunia digital, peserta juga diajak memahami pentingnya kreativitas, komunikasi, kolaborasi, hingga etika dalam memanfaatkan teknologi dan media sosial.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala SMAN 1 Kertosono, Nurhadi, mengapresiasi terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, Axis School Fest menjadi ruang belajar yang bermanfaat bagi siswa untuk memperoleh pengetahuan di luar materi pembelajaran di kelas.
Ia berharap seluruh peserta dapat memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memperluas wawasan sekaligus mempersiapkan diri menghadapi tantangan dunia kerja dan perkembangan teknologi di masa depan.
Dukungan juga disampaikan Kepala Seksi SMA Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Nganjuk, Muheri Palwanto. Dalam berbagai hal, ia menekankan bahwa generasi muda saat ini harus memiliki kemampuan abad ke-21, mulai dari berpikir kreatif, mampu berkomunikasi, hingga menjalin kolaborasi dengan berbagai pihak.
“Masa SMA merupakan masa yang sangat penting untuk membangun kemampuan diri. Kolaborasi yang baik akan menghasilkan dampak yang luar biasa sehingga para siswa harus terus membuka diri untuk bersinergi,” ujarnya.
Muheri juga mengingatkan pentingnya membangun jiwa kewirausahaan digital serta memiliki kendali terhadap penggunaan teknologi. Menurutnya, perkembangan algoritma media sosial seharusnya dimanfaatkan sebagai peluang, bukan justru membuat generasi muda rugi arah.
Apresiasi terhadap kegiatan tersebut juga datang dari Territory Sales Mobile Axis, Andika Pramana. Selain mengucapkan terima kasih kepada pihak sekolah atas dukungannya, ia mengaku terkesan dengan kepedulian siswa terhadap lingkungan.
Seluruh peserta hadir membawa tumbler atau botol minum pribadi sebagai bentuk dukungan terhadap pengurangan penggunaan plastik sekali pakai. Langkah tersebut dinilai sejalan dengan kampanye gaya hidup ramah lingkungan yang kini terus digaungkan.
Sesi yang paling dinantikan peserta adalah pemaparan materi Digital Entrepreneurship and Career yang disampaikan Pemimpin Redaksi Radar Kediri, Mahfud. Dalam kesempatan itu, para siswa mendapatkan berbagai tips membangun karir di dunia digital sekaligus menangkap peluang menjadi content writer yang profesional.
Suasana diskusi berlangsung interaktif ketika sejumlah siswa mengajukan pertanyaan seputar strategi mengembangkan konten di media sosial.
Salah satu peserta, Nirmala, menanyakan cara meningkatkan jumlah penonton atau penayangan pada konten digital yang dibuatnya. Menjawab pertanyaan tersebut, Mahfud menekankan bahwa konsistensi menjadi faktor utama dalam membangun audiens.
"Kuncinya adalah konsistensi mengunggah konten. Semakin sering membuat karya yang berkualitas dan menarik, peluang untuk dikenalnya algoritma akan semakin besar. Angkat juga potensi lokal seperti budaya, kuliner, dan berbagai keunikan daerah," jelasnya.
Pertanyaan lain datang dari Azahra yang mengaku khawatir menghadapi komentar negatif atau kebencian ketika menjadi pencipta konten.
Menganggap hal itu, Mahfud mengingatkan pentingnya memiliki mental yang kuat sekaligus tetap mematuhi aturan hukum dalam bermedia sosial.
“Jangan terlalu menganggap komentar yang bersifat destruktif. Yang paling penting adalah memastikan setiap konten yang diunggah tidak melanggar Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) serta tetap mengedepankan etika,” pesannya.
Melalui Axis School Fest, para pelajar diharapkan tidak hanya semakin terampil memanfaatkan teknologi digital sebagai sarana berkarya dan berwirausaha, tetapi juga mampu menjadi pengguna media sosial yang cerdas, bertanggung jawab, dan menjunjung tinggi etika dalam setiap aktivitas digital.(Red./EI)
0 Comments