Polres Kediri Kota Gelar Wayang Cangkrukan, Ajak Warga Perkuat Kepedulian Sosial


Kompol Bowo Wicaksono menerima gunungan wayang pada pagelaran Wayang Cangkrukan Polres Kediri Kota.--(photo by memorandum)


Kediri Kota
– Polres Kediri Kota memanfaatkan kesenian tradisional sebagai sarana menyampaikan pesan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) melalui pagelaran Wayang Cangkrukan bertajuk "Pager Mangkok Luweh Kuat Ketimbang Pager Tembok". Kegiatan yang digelar di Kantor Kecamatan Kota, Jumat (17/7), itu menjadi bagian dari upaya Polri membangun kedekatan dengan masyarakat melalui pendekatan budaya.

Pagelaran Wayang Cangkrukan menghadirkan Ki Dalang Kompol Bowo Wicaksono dan dihadiri sejumlah pejabat Polres Kediri Kota, di antaranya Kepala Bagian Operasi, Kepala Bagian Sumber Daya Manusia, Kepala Satuan Pembinaan Masyarakat, serta Kepala Satuan Lalu Lintas. Hadir pula Camat Kota, Batuud Koramil 0809/01, para kepala kelurahan se-Kecamatan Kota, Babinsa, Bhabinkamtibmas, perwakilan ketua RT/RW, Ketua LPMK, Karang Taruna, koordinator Linmas, hingga tokoh masyarakat.

Tidak sekadar menyajikan hiburan, pertunjukan tersebut juga menjadi ruang dialog antara aparat kepolisian dan masyarakat. Dalam kesempatan itu, warga diajak berdiskusi mengenai pentingnya menjaga kerukunan, mempererat tali silaturahmi, serta meningkatkan kepedulian sosial sebagai modal utama menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif.

Kompol Bowo Wicaksono mengatakan Wayang Cangkrukan menjadi media yang efektif untuk menyampaikan berbagai pesan kamtibmas karena dikemas dengan pendekatan budaya yang dekat dengan kehidupan masyarakat.

"Melalui Wayang Cangkrukan kita bisa saling bertukar informasi dengan masyarakat sekaligus menyampaikan pesan-pesan kamtibmas. Harapannya, kita bersama-sama mewujudkan Kediri yang Mapan, Kediri yang ngangeni, aman, dan kondusif," ujarnya.

Menurutnya, tema "Pager Mangkok Luweh Kuat Ketimbang Pager Tembok" mengandung filosofi bahwa hubungan baik antartetangga, budaya saling berbagi, dan kepedulian terhadap sesama merupakan benteng sosial yang jauh lebih kuat dibandingkan sekadar pembatas fisik berupa tembok atau pagar.

Nilai tersebut juga tergambar dalam lakon wayang yang dipentaskan. Cerita mengisahkan kehidupan dua kelompok masyarakat dengan latar belakang ekonomi berbeda yang mampu hidup berdampingan karena menjunjung tinggi semangat gotong royong dan kepedulian sosial. Melalui kisah tersebut, masyarakat diajak memahami bahwa perhatian terhadap lingkungan sekitar dapat menjadi salah satu cara mencegah munculnya persoalan sosial maupun pelanggaran hukum.

Kompol Bowo menegaskan Polri ingin semakin dekat dengan masyarakat melalui pendekatan yang humanis sekaligus ikut melestarikan budaya lokal.

"Polri hadir untuk masyarakat. Kami ingin lebih dekat dengan warga melalui pendekatan budaya sehingga pesan-pesan kamtibmas dapat diterima dengan lebih mudah, sekaligus ikut melestarikan budaya lokal yang menjadi identitas Kota Kediri," katanya.

Ia menambahkan, Wayang Cangkrukan merupakan bagian dari konsep art policing, yakni pendekatan kepolisian melalui seni dan budaya untuk memperkuat sinergi antara Polri, TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam menjaga keamanan serta ketertiban.

Melalui kegiatan tersebut, Polres Kediri Kota berharap semangat gotong royong, komunikasi yang baik, serta kepedulian sosial terus tumbuh di tengah masyarakat sehingga tercipta lingkungan yang aman, damai, dan harmonis bagi seluruh warga.

"Dengan semangat gotong royong, kepedulian sosial, dan komunikasi yang baik, diharapkan tercipta lingkungan yang aman, damai, dan harmonis bagi seluruh masyarakat," pungkas Kompol Bowo.(red/lis)

0 Comments