Penjurian Festival Pelepasan Siswa Berbudaya Rampung, 30 Sekolah Melaju ke Final Party


Penjurian untuk menentukan 10 besar oleh para juri(photo by radar kediri)


KEDIR I – Festival Pelepasan Siswa Berbudaya 2026 yang diikuti ratusan satuan pendidikan di Kabupaten Kediri memasuki tahap akhir penjurian. Tim juri mengadakan rapat tertutup untuk menentukan 10 sekolah terbaik pada masing-masing jenjang pendidikan, yakni PAUD dan TK, SD, serta SMP.

Dari proses tersebut akan dipilih total 30 sekolah terbaik yang lolos ke babak final. Seluruh finalis menghadiri Final Party Festival Pelepasan Siswa Berbudaya 2026 yang akan digelar pada 22 Juli mendatang.

Proses penjurian melibatkan tim dari Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri, juri independen, serta Jawa Pos Radar Kediri. Penilaian tidak hanya dilakukan melalui pembahasan di ruang rapat, tetapi juga berdasarkan hasil observasi langsung ke sekolah-sekolah peserta.

Salah satu juri, Jauhar Yohanis, mengatakan seluruh peserta dinilai secara menyeluruh dengan mengacu pada petunjuk teknis (juknis) yang telah ditetapkan Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri. Tim juri sebelumnya mendatangi setiap sekolah untuk menyaksikan langsung pelaksanaan pelepasan siswa.

Menurutnya, kunjungan tersebut bertujuan untuk memastikan setiap sekolah benar-benar menerapkan konsep pelepasan yang sederhana, edukatif, dan tidak membebani orang tua.

Seluruh kategori penilaian benar-benar kami perhatikan. Harapannya, pelepasan siswa menjadi kegiatan yang memberikan dampak positif bagi peserta didik, bukan justru menjadi sesuatu yang memberatkan,” ujar pria yang akrab disapa Hanis itu.

Festival Pelepasan Siswa Berbudaya diselenggarakan sebagai wadah bagi sekolah-sekolah di Kabupaten Kediri untuk menampilkan kreativitas dalam merayakan kelulusan. Melalui kegiatan tersebut, sekolah didorong menghadirkan proses pelepasan yang sederhana, sarat nilai budaya lokal, sekaligus tetap memiliki makna bagi para siswa.

Selain mengedepankan pelestarian budaya, kegiatan ini juga menjadi bagian dari komitmen Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri dalam mendukung program pemerintah, khususnya percepatan penuntasan angka anak tidak sekolah (ATS).

Juri dari Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri, Wawan Sarudi, menilai penyelenggaraan festival tahun kedua menunjukkan perkembangan yang cukup signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Tidak hanya dari jumlah peserta, kualitas pelaksanaan dan kreativitas sekolah juga mengalami peningkatan.

“Pada tahun kedua ini antusiasme dan pelaksanaannya jauh lebih besar dibandingkan tahun lalu. Tiga jenjang pendidikan yang mengikuti festival juga telah memenuhi kategori yang ditentukan. Sekolah-sekolah semakin antusias mendukung program pemerintah dalam penuntasan angka anak tidak sekolah,” jelas Wawan.

Ia menambahkan, penjurian dilakukan berdasarkan indikator yang telah ditetapkan panitia. Tim juri menilai kreativitas guru dan siswa dalam mengemas acara pelepasan, kemampuan menghadirkan ide-ide baru yang tetap tertanam pada budaya lokal, hingga manfaat sosial yang ditimbulkan dari kegiatan tersebut.

Aspek lain yang tidak kalah penting adalah komitmen sekolah dalam menyelenggarakan pelepasan siswa tanpa pungutan yang memberatkan orang tua. Dengan demikian, festival ini diharapkan menjadi contoh bahwa perayaan kelulusan dapat berlangsung meriah, berbudaya, sekaligus tetap mengedepankan prinsip kemudahan dan inklusivitas.(red/lis)

0 Comments