Misteri Kematian Satpam Waduk Jatiluhur, Jasad Ditemukan Mengapung dengan Tangan Terborgol

  

Satpam Waduk Jatiluhur Ditemukan Tewas Mengapung dengan Tangan Terborgol(by liputan6.com)


PURWAKARTA
– Misteri menyelamatkan kematian seorang petugas keamanan Waduk Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat. Sumarna (40) ditemukan meninggal dunia dalam kondisi mengapung di perairan kawasan Tanggul Ubrug, Jumat (24/7), dengan kedua tangan terborgol ke belakang. Temuan tersebut kini tengah membekukan aparat kepolisian.

Korban pertama kali ditemukan oleh rekan sesama petugas keamanan yang sebelumnya mencari keberadaannya karena tidak dapat dihubungi sejak dini hari. Setelah dilakukan penyisiran di sekitar lokasi, jasad korban ditemukan mengapung di tepian waduk dalam posisi telungkup dan masih mengenakan seragam dinas. 

Saat proses evakuasi, petugas menemukan kondisi yang tidak biasa, yakni kedua tangan korban masih terborgol di belakang tubuh. Temuan tersebut menjadi salah satu fokus penyelidikan karena menimbulkan dugaan adanya unsur tindak pidana. Namun hingga kini, polisi belum menyimpulkan penyebab pasti kematian korban.

Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Pol. Hendra Rochmawan mengatakan penyelidikan dilakukan secara profesional dengan mengedepankan alat bukti dan pemeriksaan ilmiah. Tim penyidik ​​telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengumpulkan barang bukti, serta meminta keterangan dari sejumlah Saksi.

Selain memeriksa Saksi, polisi juga mengamankan sejumlah barang milik korban, termasuk kendaraan dan alat komunikasi kerja. Sementara telepon seluler korban masih dalam pencarian sebagai bagian dari proses penyelidikan. Jenazah korban telah diautopsi untuk mengetahui penyebab pasti kematian sekaligus memastikan ada atau tidaknya unsur kekerasan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun penyidik, sebelum ditemukannya korban sempat menjalankan tugas piket malam di kawasan objek vital Waduk Jatiluhur. Polisi juga mendalami informasi mengenai aktivitas korban sebelum kejadian, termasuk kemungkinan adanya peristiwa yang berkaitan dengan tenggelamnya lapangan. Meski begitu, aparat belum menetapkan tersangka maupun mengungkap motifnya karena proses penyelidikan masih berlangsung. 

Kepolisian mengimbau masyarakat untuk tidak berspekulasi mengenai penyebab kematian korban hingga hasil otopsi dan penyelidikan selesai. Seluruh perkembangan kasus akan disampaikan secara resmi setelah peneliti memperoleh alat bukti yang cukup. (merah/lis)

0 Comments