JAKARTA , Jenggolo TV– Di tengah ribuan pencari kerja yang memadati Jakarta Selatan Career Fest and Bazaar 2026 di kawasan Kuningan, Rabu (8/7/2026), perhatian tertuju pada sosok pria berambut putih yang berjalan berdampingan dengan seorang pemuda. Pria itu adalah Tomo (64), seorang ayah yang rela datang dari Cijantung, Jakarta Timur, demi memberikan dukungan kepada anak, Ageng, yang sedang berjuang mencari pekerjaan.
Tomo datang bersama sang istri untuk menemani Ageng mengikuti bursa kerja. Baginya, kehadiran sebagai orang tua bukan sekadar mengantar, namun menjadi penyemangat di tengah ketatnya persaingan mendapatkan pekerjaan.
Menurut Tomo, mencari pekerjaan saat ini bukanlah perkara mudah. Oleh karena itu, ia ingin putranya memahami bahwa setiap kesempatan harus diperjuangkan dengan usaha dan ketekunan.
"Kami memberikan dukungan dan motivasi saja. Nyari kerja itu susah saat ini. Kami dukung supaya anak ada kemauan, cari pengalaman, dan tahu kalau nyari kerja itu perjuangannya seperti ini," ujar Tomo.
Ageng merupakan lulusan Manajemen Keuangan dari IBS yang telah menyelesaikan pendidikan sekitar dua tahun lalu. Selama itu, ia sempat mengikuti program magang, namun hingga kini masih berusaha mendapatkan pekerjaan tetap.
Bagi Tomo, perjalanan dari Cijantung menuju Setiabudi bukanlah beban. Yang lebih penting adalah memastikan tidak kehilangan semangat meski berkali-kali menghadapi penolakan.
Menolak Jalan Pintas
Di balik dukungannya, Tomo menyimpan pengalaman yang cukup membekas. Ia mengungkapkan bahwa putranya pernah berhasil melewati berbagai tahapan seleksi hingga wawancara akhir. Namun, kesempatan tersebut akhirnya lepas karena posisi itu diberikan kepada pelamar yang memiliki koneksi atau orang dalam.
Meski merasa kecewa, Tomo tetap memegang teguh prinsip bahwa masa depan tidak boleh dibangun dengan cara yang tidak jujur.
"Jangan pakai koneksi. Kalau kita kasih kesempatan dengan koneksi, sama saja kita memberikan pendidikan yang nggak baik. Kita harus jujur. Kalau tidak, efeknya ya seperti sekarang, korupsi berjam-jam. Aku nggak mau begitu," tegasnya.
Baginya, pekerjaan yang diperoleh atas kemampuan sendiri akan memberikan kebanggaan yang jauh lebih besar dibandingkan jabatan yang didapat karena bantuan orang lain.
Soroti Dunia Pendidikan
Tomo yang pernah berprofesi sebagai tenaga pendidik juga menyampaikan paparan mengenai kondisi dunia pendidikan saat ini. Ia menilai banyak lulusan yang secara akademis berhasil menyelesaikan pendidikan, namun belum sepenuhnya siap menghadapi kebutuhan dunia kerja.
Menurutnya, pada masa lalu proses menyelesaikan pendidikan jauh lebih berat, namun hasilnya mampu membentuk lulusan yang memiliki kesiapan bekerja.
"Dulu lulus D3 saja susahnya bukan main, tapi kita benar-benar siap kerja. Sekarang, menurut saya, banyak yang hanya mencari nilai saja, asal lulus, tapi belum siap kerja. Harus banyak pengalaman dulu," katanya.
Ia berharap pemerintah tidak hanya memperbanyak penyelenggaraan bursa kerja, tetapi juga terus meningkatkan kualitas pendidikan agar lulusan memiliki kompetensi yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan industri.
Membawa Pulang Harapan
Setelah seharian mengikuti kegiatan bursa kerja, Tomo, istrinya, dan Ageng kembali pulang ke Cijantung. Di tangan mereka mungkin hanya ada peta berisi dokumen lamaran kerja, tetapi di hati mereka tersimpan harapan agar usaha yang dilakukan suatu hari membuahkan hasil.
Bagi Tomo, tugas seorang ayah bukan hanya membesarkan anak, melainkan juga mengajarkan nilai-nilai kejujuran, kerja keras, dan ketekunan dalam menghadapi kehidupan. Ia percaya, meski jalan menuju kesuksesan tidak selalu mudah, usaha yang dilakukan dengan cara yang benar pada akhirnya akan menemukan jalannya sendiri.
Di tengah persaingan dunia kerja yang semakin ketat, Ageng mungkin belum mendapatkan pekerjaan impiannya. Namun, ia telah memiliki bekal yang tak kalah penting: dukungan tanpa syarat, doa, dan prinsip hidup yang diwariskan oleh seorang ayah yang percaya bahwa keberhasilan sejati dicapai melalui kemampuan dan integritas, bukan karena koneksi. (red/lis)
0 Comments