KABUPATEN KEDIRI – Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Kediri menggelar peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026 di kawasan wisata Ubalan, Kecamatan Plosoklaten, Rabu (23/7). Kegiatan tersebut dikemas dengan berbagai permainan edukatif dan interaktif yang bertujuan menciptakan suasana menyenangkan sekaligus memperkuat perlindungan terhadap anak.
Mengusung tema "Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan" serta "Kids Zona Anak Bahagia, Kreatif, Sehat, dan Berprestasi" , kegiatan yang diikuti sekitar 120 anak dari sejumlah wilayah di Kabupaten Kediri.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala DP2KBP3A Kabupaten Kediri Dr. dr. Nurwulan Andadari, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri Dr. Muhamad Muhsin, perwakilan BPBD Kabupaten Kediri, petugas Damkar, dua dokter dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Kediri, para guru PAUD dan TK, serta para orang tua peserta.
Selain berbagai permainan dan hiburan, panitia juga menyediakan beragam doorprize untuk menambah semangat anak-anak mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.
Yang menjadi perhatian utama dalam peringatan HAN kali ini adalah memberikan edukasi sejak dini mengenai mitigasi bencana dan penerapan pola hidup bersih serta sehat.
Petugas dari BPBD dan Damkar Kabupaten Kediri memberikan pengenalan mengenai langkah-langkah menghadapi situasi darurat, sementara dokter dari IDI Kabupaten Kediri mengajak anak-anak membiasakan perilaku hidup bersih dan sehat melalui penyampaian materi yang dikemas secara menarik.
Kepala DP2KBP3A Kabupaten Kediri, Dr.dr. Nurwulan Andadari, mengatakan peserta kegiatan berasal dari beberapa kecamatan, yakni Plosoklaten, Wates, Ngancar, Pare, dan Ringinrejo (SR).
Menurutnya, peringatan Hari Anak Nasional tidak sekadar menjadi ajang perayaan, tetapi juga momentum untuk memastikan anak-anak memperoleh rasa aman, nyaman, serta perlindungan yang optimal dalam proses tumbuh kembang mereka.
“Kegiatan ini bertujuan memberikan rasa senang, aman, dan nyaman bagi anak-anak sehingga mereka dapat tumbuh dan berkembang dengan baik,” ujarnya.
Nurwulan menegaskan bahwa peran keluarga, terutama orang tua, sangat penting dalam mendampingi sekaligus melindungi anak sejak usia dini.
Menurutnya, lingkungan yang aman akan memberikan ruang bagi anak untuk berkreasi, belajar bersosialisasi, serta menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar.
“Yang utama adalah perlindungan terhadap anak agar mereka merasa lebih tenang, aman, dan memiliki ruang untuk berkreasi bersama teman maupun orang tua. Yang tidak kalah penting, mereka juga harus memiliki rasa tanggung jawab serta peduli terhadap lingkungan. Kehadiran BPBD dan Damkar memberikan edukasi kebencanaan, sedangkan dokter dari IDI mengajarkan pola hidup bersih dan sehat,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri, Dr. Muhamad Muhsin, mengapresiasi penyelenggaraan Hari Anak Nasional yang diinisiasi DP2KBP3A. Menurutnya, dunia anak adalah dunia yang penuh kegembiraan sehingga proses pendidikan harus dikemas secara menyenangkan.
Ia menambahkan, bermaksud untuk terus mendorong seluruh satuan pendidikan PAUD dan TK di Kabupaten Kediri untuk menerapkan metode pembelajaran yang tidak hanya berfokus pada akademik, tetapi juga mampu mengembangkan berbagai aspek kemampuan anak.
“Di samping dunia bermain, anak-anak juga mendapatkan pembelajaran kognitif, motorik, moral, pendidikan agama, hingga seni budaya. Sistem pembelajaran seperti ini sudah kami sampaikan kepada seluruh guru PAUD dan TK se-Kabupaten Kediri,” katanya.
Melalui peringatan Hari Anak Nasional 2026 ini, Pemerintah Kabupaten Kediri berharap anak-anak memperoleh pengalaman belajar yang menyenangkan sekaligus membangun karakter, meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan, memahami pentingnya hidup sehat, serta memiliki kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana sejak usia dini.(red/lis)
0 Comments