Surabaya – Harga sejumlah kebutuhan pokok masyarakat di Jawa Timur kembali mengalami perubahan. Pada Minggu (12/7/2026), beberapa komoditas seperti minyak goreng, gas elpiji, daging sapi, cabai, dan bawang merah tercatat mengalami kenaikan harga. Sementara sejumlah bahan pangan lain seperti daging ayam, telur ayam kampung, cabai besar, dan bawang putih mengalami penurunan.
Pergerakan harga sembako menjadi informasi penting bagi masyarakat untuk mengatur kebutuhan belanja sehari-hari. Dengan mengetahui perkembangan harga terkini, rumah tangga dapat menyesuaikan pengeluaran dan menjaga kestabilan anggaran di tengah kondisi pasar yang terus berubah.
Berdasarkan data Sistem Informasi Ketersediaan dan Perkembangan Harga Bahan Pokok (Siskaperbapo) Jawa Timur, berikut daftar rata-rata harga sembako di Jawa Timur pada Minggu (12/7/2026) pukul 09.18 WIB:
Beras premium: Rp15.022 per kilogram
Beras sedang: Rp13.040 per kilogram
Gula kristal putih: Rp17.289 per kilogram
Minyak goreng curah: Rp20.664 per kilogram
Minyak goreng kemasan premium: Rp22.021 per liter
Minyak goreng kemasan sederhana: Rp18.556 per liter
Minyak goreng MINYAKITA: Rp16.002 per liter
Daging sapi paha belakang: Rp127.301 per kilogram
Daging ayam ras: Rp31.474 per kilogram
Daging ayam kampung: Rp67.459 per ekor
Telur ayam ras: Rp23.298 per kilogram
Telur ayam kampung: Rp45.268 per kilogram
Susu kental manis Bendera: Rp12.311 per kemasan 370 gram
Susu kental manis Indomilk: Rp12.459 per kemasan 370 gram
Susu bubuk Bendera: Rp40.175 per dus 400 gram
Susu bubuk Indomilk: Rp39.825 per dus 400 gram
Garam bata: Rp1.771 per buah
Garam halus: Rp9.146 per kilogram
Cabai merah keriting: Rp31.944 per kilogram
Cabai merah besar: Rp29.476 per kilogram
Cabai rawit merah: Rp43.038 per kilogram
Bawang merah: Rp36.107 per kilogram
Bawang putih Sinco/Honan: Rp35.053 per kilogram
Gas elpiji 3 kilogram : Rp20.283
Dari perkembangan harga tersebut, curah hujan minyak goreng tercatat mengalami kenaikan sebesar Rp267 atau sekitar 1,31 persen. Minyak goreng kemasan premium juga naik Rp229 atau 1,05 persen, sedangkan harga gas elpiji 3 kilogram meningkat Rp435 atau 2,19 persen.
Komoditas lain yang mengalami kenaikan yakni daging sapi paha belakang yang naik Rp1.488 atau 1,18 persen. Selain itu, telur ayam ras naik Rp115 atau 0,50 persen, cabai merah keriting naik Rp197 atau 0,62 persen, cabai rawit merah naik Rp440 atau 1,03 persen, serta bawang merah naik Rp509 atau 1,43 persen.
Di sisi lain, sejumlah bahan pangan mengalami penurunan harga. Daging ayam ras turun Rp701 atau 2,18 persen, daging ayam kampung turun Rp2.456 atau 3,51 persen, dan telur ayam kampung turun Rp638 atau 1,39 persen.
Harga cabai merah besar juga mengalami penurunan Rp1.219 atau 3,97 persen, sementara bawang putih turun Rp224 atau 0,63 persen.
Faktor Perubahan Penyebab Harga Sembako
Fluktuasi harga kebutuhan pokok dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari kondisi produksi hingga situasi ekonomi. Salah satu faktor utama adalah keseimbangan antara permintaan dan ketersediaan barang.
Ketika permintaan meningkat sementara pasokan terbatas, harga komoditas cenderung mengalami kenaikan. Sebaliknya, jika pasokan dan permintaan menurun, harga dapat turun.
Faktor cuaca juga mempunyai pengaruh yang besar, terutama terhadap komoditas pertanian seperti cabai dan bawang. Cuaca ekstrem, perubahan musim, maupun bencana alam dapat mengganggu produksi sehingga menyebabkan berkurangnya pasokan di pasar.
Selain itu, kebijakan pemerintah seperti aturan impor, subsidi, pajak, serta regulasi perdagangan juga dapat mempengaruhi harga bahan pokok. Perubahan biaya produksi, seperti harga pupuk, bahan bakar, bahan baku, dan tenaga kerja, juga berdampak pada harga jual di tingkat konsumen.
Nilai tukar mata uang juga menjadi salah satu faktor, terutama untuk komoditas yang masih bergantung pada pasokan impor. Pelemahan nilai tukar dapat membuat biaya barang impor meningkat.
Inflasi, kondisi ekonomi, serta gangguan distribusi seperti hambatan transportasi atau masalah logistik juga dapat menyebabkan harga sembako berubah dari waktu ke waktu.
Meski begitu, harga yang tercantum merupakan rata-rata wilayah Jawa Timur. Perbedaan harga tetap dapat terjadi di masing-masing pasar maupun daerah karena dipengaruhi kondisi pasokan, distribusi, serta tingkat permintaan setempat.(red/lis)
0 Comments