SUMBERPCUNG - Kecelakaan lalu lintas tragis terjadi di ruas Jalan Nasional wilayah Desa Karangkates, Kecamatan Sumberpucung, Kabupaten Malang, Senin pagi (23/6). Sebuah truk tangki menjatuhkan tetes tebu terguling dan menutup sebagian badan jalan, mengakibatkan kemacetan panjang dari arah Kepanjen menuju Blitar maupun sebaliknya. Dalam kejadian tersebut, seorang pengendara sepeda motor meninggal dunia setelah tertimpa bagian gandengan truk yang terguling.
Korban diketahui bernama Suwito (54), warga Desa Sukowilagun, Kecamatan Kalipare. Ia meninggal dunia di lokasi kejadian akibat mengalami luka berat di bagian kepala.
Kasat Lantas Polres Malang AKP Muhammad Alif Chelvin Arliska menjelaskan, kecelakaan terjadi sekitar pukul 07.00 WIB. Saat itu Suwito mengendarai sepeda motor Honda Beat bernomor polisi N 4748 ABZ dari arah Blitar menuju Malang atau ke arah timur dengan kecepatan sedang.
Setibanya di lokasi kejadian yang memiliki karakteristik jalan menanjak dan menikung ke kiri, korban berusaha mendahului kendaraan yang berada di depannya. Ketika mengambil jalur kanan untuk menyalip, dari arah berlawanan muncul sebuah truk tangki Mitsubishi Fuso bernomor polisi N 9259 UU yang dikemudikan Supriadi (54), warga Kecamatan Pagak.
Mengetahui ada sepeda motor yang masuk ke jalurnya, pengemudi truk berusaha menghindari tabrakan dengan membanting setir ke arah kanan. Namun manuver tiba-tiba tersebut membuat kendaraan kehilangan kendali.
“Pengemudi berusaha menghindari sepeda motor yang berada di depannya. Namun karena tidak dapat menguasai kemudi dan sistem pengereman secara optimal, truk oleng dan gandengannya terguling,” terang Chelvin.
Akibatnya, bagian belakang atau ekor gandengan truk terjatuh ke sisi jalan dan menimpa sepeda motor yang dikendarai korban. Benturan keras menyebabkan kendaraan roda dua tersebut mengalami kerusakan parah, sementara Suwito mengalami cedera fatal yang mengakibatkan nyawanya tidak tertolong.
Petugas kepolisian bersama tim segera mendatangi lokasi setelah menerima laporan dari warga. Jenazah korban berhasil dievakuasi sekitar pukul 07.40 WIB untuk selanjutnya dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat guna proses pengenalan lebih lanjut.
Sementara itu, proses mengeluarkan truk tangki berlangsung cukup lama karena ukuran kendaraan yang besar serta posisi gandengan yang melintang di badan jalan. Petugas harus menggunakan alat berat untuk memindahkan kendaraan tersebut agar akses lalu lintas dapat kembali normal. Proses evakuasi baru selesai sekitar pukul 10.30 WIB.
Selama proses penanganan kecelakaan, arus kendaraan di jalur nasional tersebut mengalami kepadatan yang cukup panjang. Antrean kendaraan terlihat mengular dari kedua arah karena sebagian besar badan jalan tertutup oleh truk yang terguling. Setelah kendaraan berhasil dievakuasi, lalu lintasan memanjang normal dan kembali lancar.
Di sisi lain, sehari sebelum kejadian tersebut, kecelakaan tunggal juga terjadi di kawasan Jembatan Kendalpayak, Kecamatan Pakisaji, yang berbatasan dengan wilayah Bululawang. Sebuah truk kontainer merek Hino bernomor polisi L 8265 UAD yang dikemudikan Mujiono (51), warga Morokrembangan, Surabaya, mengalami kecelakaan akibat tiba-tiba kehilangan traksi saat lewat di jalan yang licin.
Menurut keterangan kepolisian, kondisi jalan yang basah setelah diguyur hujan diduga menjadi penyebab utama kecelakaan kendaraan. Truk kemudian oleng dan menabrak pagar pembatas jembatan di sisi kiri jalan.
"Informasi yang kami terima, kendaraan mengalami selip. Dugaan sementara karena permukaan jalan licin setelah hujan turun," ujar Chelvin.
Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut. Meski demikian, bagian depan truk dan pagar penghalang jembatan mengalami kerusakan akibat benturan. Petugas mengimbau para pengendara, terutama kendaraan berat, untuk meningkatkan kewaspadaan saat melintas di jalur yang menanjak, menikung, maupun ketika kondisi cuaca kurang mendukung guna menghindari terjadinya kecelakaan serupa.(red/lis)
0 Comments