Kebakaran Rumah di Petemon Timur Surabaya Renggut Nyawa Anak 6 Tahun

 

Kebakaran di rumah lantai 2 Jalan Petemon Timur, kecamatan Sawahan, Surabaya foto oleh detikjatim




SURABAYA – Kebakaran yang melanda sebuah rumah di kawasan Jalan Petemon Timur, Kecamatan Sawahan, Surabaya, pada Senin (22/6), mengakibatkan seorang bocah perempuan meninggal dunia. Korban diketahui bernama Kyaranissa Kamila Susetyo yang masih berusia 6 tahun. Hingga kini, penyebab pasti kebakaran masih dalam proses penyelidikan oleh pihak kepolisian.

Sebelumnya, beredar informasi yang menyebutkan bahwa kebakaran diduga dipicu oleh obat nyamuk yang menyala di dalam rumah. Namun Kapolsek Sawahan Kompol Muljono menegaskan, informasi tersebut belum dapat dipastikan kebenarannya dan masih sebatas dugaan awal yang belum didukung hasil pemeriksaan resmi.

Menurut Muljono, penyebab kebakaran harus ditentukan berdasarkan hasil investigasi dan pemeriksaan di lokasi kejadian. Oleh karena itu, kepolisian akan melibatkan Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Jawa Timur untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) guna mengungkap sumber api secara ilmiah.

“Informasi mengenai penyebab kebakaran karena obat nyamuk masih sebatas dugaan dan tidak bisa dijadikan referensi. Saat ini penyebab pastinya masih dalam penyelidikan,” ujar Muljono.

Tim Labfor nantinya akan melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap sisa-sisa material bangunan serta titik awal munculnya api untuk memastikan faktor penyebab kebakaran tersebut.

Peristiwa tragis itu terjadi sekitar pukul 14.20 WIB. Dinas Pemadam Kebakaran Kota Surabaya segera mengerahkan 10 unit mobil pemadam setelah menerima laporan dari warga. Petugas bergerak mengompensasi api yang saat itu sudah membesar dan membakar bagian lantai dua rumah.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Surabaya, Laksita Rini, mengungkapkan, proses pemadaman sempat mengalami kendala karena akses menuju lokasi cukup sempit. Kondisi tersebut menyulitkan pemadam kebakaran mobil untuk menjangkau titik kebakaran secara optimal.

Saat kejadian, terdapat dua anak yang berada di dalam rumah. Korban Kyaranissa tidak sempat menyelamatkan dirinya dan terjebak di dalam bangunan yang terbakar. Sementara itu, sang kakak, Aldery Ahmad Susetyo (11), berhasil keluar dari rumah dengan memecahkan kaca jendela dan melompat ke luar untuk menyelamatkan diri.

Meski berhasil selamat, Aldery mengalami luka ringan akibat pecahan kaca dan benturan saat melompat. Petugas kemudian memberikan penanganan medis kepada korban yang selamat.

Kebakaran tersebut tidak hanya menimbulkan kerugian material, tetapi juga duka mendalam bagi keluarga korban. Hingga saat ini, aparat kepolisian bersama tim forensik masih terus mengumpulkan bukti dan keterangan saksi guna mengungkap penyebab pasti kejadian yang merenggut nyawa seorang anak tersebut. (red/lisa)

0 Comments